Jangan Besar Kepala Menjadi P3g4w4i B4nk, Sebelum Tau ini Hukumnya dalam Islam
Hasil gambar untuk hukum kerja di bank

nyatanya begini hukumnya dalam islam, lekas baca saat sebelum menyesal nanti.. . sering – kali kita bangga dan juga besar kepala bila kita bekerja disuatu industri terlebih industri tersebut amat dapat dipercaya dan juga populer, namun bukan bicara itu disini yang kita bicarakan merupakan jadi pegawai bank, apakah terdapat yang salah dengan jadi pegawai bank.. . ? , dalam hukum islam disebutkan kalau terdapat 4 jenis pekerjaan yang diharamkan, hingga dari itu bila mau tau salah ataupun benar bila kita jadi pegawai bank 

majelis ulama indonesia (mui) , lewat komisi fatwa – nya dalam forum rapat kerja nasional dan juga ijtima’ ulama indonesia, semenjak kira – kira 14 tahun yang kemudian pas pada hari selasa 16 desember 2003 telah keluarkan fatwa tentang bunga.

baca pula : puluhan siswa sd blitar hadapi pusing dan juga mual, ibu hati – hati dengan jajanan ini

fatwa itu intinya melaporkan kalau bunga pada bank dan juga lembaga keuangan lain yang terdapat saat ini telah penuhi segala kriteria riba. riba tegas dinyatakan haram, sebagaimana firman allah swt:

وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

” allah menghalalkan jual beli dan juga mengharamkan riba “. (qs al – baqarah [2]: 275).

karna riba haram, berarti bunga pula haram. karna itu, sejujurnya tidak terdapat yang istimewa dari fatwa mui ini. terlebih lagi sejatinya, buat masalah yang segamblang ataupun qath‘î itu bukanlah dibutuhkan fatwa, alias tinggal dilaksanakan aja. maksudnya, fatwa itu lebih menggambarkan penegasan aja.

bagaikan penegasan, fatwa ini begitu berarti karna walaupun jelas – jelas dilarang al – quran, aplikasi pembungaan duit di bermacam wujud lembaga keuangan senantiasa aja berlangsung sampai dikala ini.

tulisan kali ini hendak lebih mangulas tentang besarnya dosa riba dan juga keterlibatan di dalamnya (tulisan selengkapnya mampu dilihat di novel kami: “hukum seputar riba dan juga pegawai bank” yang diterbitkan ar – raudhoh pustaka).

dosa riba
seberapa besar dosa ikut serta dalam riba, hingga cukuplah hadits – hadits shahih berikut menjawabnya:

“satu dirham yang diperoleh oleh seorang dari (perbuatan) riba lebih besar dosanya 36 kali daripada perbuatan zina di dalam islam (sehabis masuk islam) ” (hr angkatan laut (AL) baihaqy, dari anas bin malik).

“tinggalkanlah 7 perihal yang mampu membinasakan” orang – orang bertanya, apakah gerangan wahai rasul? dia menanggapi: “syirik kepada allah, sihir, menewaskan jiwa orang yang diharamkan allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri waktu tiba gempuran musuh dan juga menuduh perempuan mu’min yang suci berzina”. (hr bukhari muslim)

ikut serta dalam riba (bunga bank) merupakan tercantum dosa besar, yang sejajar dengan dosa syirik, sihir, menewaskan, memakan harta anak yatim, melarikan dari jihad, dan juga menuduh perempuan baik – baik berzina. naudzubillah. terlebih lagi apabila sesuatu negara membiarkan aja riba tumbuh di daerahnya hingga sama aja dia menghalalkan allah buat mengazab mereka seluruh.

“apabila riba dan juga zina telah menggila di sesuatu negara, hingga rakyat di negara itu sama aja telah menghalalkan pribadinya dari azab allah” (hr. angkatan laut (AL) hakim)

pertanyaannya, bila bank itu diharamkam karna riba, kemudian bagaimanakah hukum untuk orang yang bekerja di dalamnya (pegawai bank) ?

baca pula : kerap tidak siuman kalimat ini banyak diucapkan orang tua, yang sesungguhnya mengganggu masa depan anak

hukum jadi pegawai bank konvensional
telah hingga kepada kita hadits riwayat ibnu majah dari jalur ibnu mas’ud dari nabi saw:

“bahwa dia (nabi saw) melaknat orang yang makan riba, orang yang menyerahkannya, para saksi mata dan pencatatnya. ” (hr. bukhari muslim)

jabir bin abdillah r. a. meriwayatkan:

“rasulullah melaknat pemakan riba, yang berikan makan dengan hasil riba, dan juga 2 orang yang jadi saksinya. ” dan juga dia bersabda: “mereka itu sama. ” (hr. muslim)

LihatTutupKomentar